April 3, 2025

FEB Universitas Brawijaya Strategi Sukses Mineral di Indonesia

FEB Universitas Brawijaya Strategi Sukses Mineral di Indonesia

Malang, Indonesia – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan kontribusi akademiknya terhadap pembangunan nasional. Kali ini, melalui riset yang mengangkat topik hilirisasi mineral di Indonesia, khususnya di wilayah Gresik, tim peneliti dari kampus tersebut berhasil mengungkap sejumlah faktor penting yang menjadi penentu keberhasilan hilirisasi.

FEB Universitas Brawijaya Strategi Sukses Mineral di Indonesia

Studi ini menyoroti bagaimana program hilirisasi mineral bukan hanya memberikan manfaat ekonomi semata, melainkan juga berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan adanya kegiatan pengolahan mineral di dalam negeri, nilai tambah komoditas meningkat dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga sekitar.

Hilirisasi Mineral: Dari Bahan Mentah ke Produk Bernilai Tinggi
Hilirisasi mineral merupakan proses penting dalam rantai industri pertambangan. Proses ini mengacu pada pengolahan bahan mentah tambang, seperti nikel, bauksit, dan tembaga, menjadi produk setengah jadi atau produk akhir yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Pemerintah Indonesia secara aktif mendorong program ini demi memperkuat struktur ekonomi nasional dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.

Menurut tim peneliti FEB UB, Gresik merupakan salah satu contoh wilayah yang berhasil menjalankan kebijakan hilirisasi ini secara efektif. Melalui pengembangan kawasan industri smelter dan kerja sama antara pemerintah, swasta, serta komunitas lokal, kawasan ini mampu menyerap tenaga kerja dan menghidupkan perekonomian daerah.

Tiga Pilar Keberhasilan

Riset tersebut mengungkap bahwa terdapat tiga pilar utama yang mendorong keberhasilan hilirisasi mineral di Indonesia, yaitu:

Kebijakan Pemerintah yang Konsisten
Regulasi yang jelas dan konsisten sangat diperlukan agar pelaku industri memiliki arah dan kepastian hukum. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan kebijakan larangan ekspor bahan mentah dan memberikan insentif bagi perusahaan yang membangun fasilitas pengolahan di dalam negeri.

Kolaborasi Multipihak
Kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan tambang, akademisi, serta masyarakat lokal menjadi kekuatan besar dalam menjaga kelangsungan hilirisasi. FEB UB menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek industri.

Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM)
Keberhasilan hilirisasi tak lepas dari dukungan infrastruktur yang memadai, seperti pelabuhan, jalan, serta ketersediaan listrik dan air bersih. Di sisi lain, SDM lokal juga harus dibekali dengan keterampilan yang relevan agar bisa turut serta dalam kegiatan industri tersebut.

Dampak Positif untuk Ekonomi Inklusif
Hasil kajian tim FEB UB menyimpulkan bahwa hilirisasi mineral memiliki potensi besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Selain mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), program ini juga mendorong pertumbuhan sektor UMKM yang menopang kehidupan masyarakat.

Contohnya, di sekitar kawasan industri Gresik, muncul berbagai usaha penunjang seperti katering, penginapan, hingga jasa transportasi yang berkembang pesat berkat keberadaan para pekerja industri. Hal ini menunjukkan bahwa hilirisasi dapat menciptakan efek domino positif terhadap perekonomian lokal.

Rekomendasi Kebijakan dan Keberlanjutan
Sebagai tindak lanjut, tim peneliti FEB UB merekomendasikan perlunya strategi jangka panjang agar hilirisasi tidak hanya menjadi proyek jangka pendek. Keberlanjutan harus dijaga melalui pengawasan lingkungan yang ketat, peningkatan kualitas pendidikan vokasi, serta insentif fiskal yang menarik bagi investor.

FEB UB juga menekankan pentingnya keterlibatan dunia akademik dalam perumusan dan evaluasi kebijakan hilirisasi. Dengan pendekatan berbasis data dan riset, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan berdampak maksimal.

Kesimpulan

Riset dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya membuktikan bahwa hilirisasi mineral tidak hanya mampu memperkuat struktur ekonomi nasional, tapi juga berperan penting dalam pembangunan yang berkeadilan. Gresik telah menjadi bukti nyata bagaimana sinergi antar pihak dapat menghasilkan perubahan positif yang menyeluruh. Jika dikelola dengan baik, hilirisasi dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Share: Facebook Twitter Linkedin