Kolaborasi Universitas Notre Dame dan Indonesia
Universitas di Indonesia tengah menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas keuangan di tengah beragam dinamika global dan nasional. Untuk mengatasi persoalan ini, kerja sama internasional kembali menjadi solusi yang dijajaki. Salah satu langkah strategis terbaru adalah kolaborasi antara sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dengan University of Notre Dame dari Amerika Serikat untuk menyusun studi mendalam mengenai keberlanjutan finansial universitas di tanah air.
Kolaborasi Universitas Notre Dame dan Indonesia
Studi ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana lembaga pendidikan tinggi di Indonesia dapat menjaga kesehatan keuangan mereka secara berkelanjutan, tanpa sepenuhnya bergantung pada sumber pendanaan tunggal seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau anggaran dari pemerintah melalui APBN.
Fokus pada Diversifikasi Pendapatan
Salah satu poin utama dari studi ini adalah pentingnya diversifikasi pendapatan. Seperti yang disampaikan oleh peneliti utama (Principal Investigator) dalam proyek ini, keberlanjutan finansial harus dimaknai sebagai kemampuan sebuah universitas untuk bertahan secara jangka panjang melalui beragam sumber dana. Hal ini mencakup pendapatan dari UKT, hibah penelitian, kerja sama industri, pengelolaan aset, hingga program pendidikan non-gelar.
“Jangan sampai universitas hanya bertumpu pada satu sumber pemasukan saja. Ketergantungan terhadap UKT atau dana pemerintah dapat membuat kampus rentan terhadap perubahan kebijakan maupun dinamika ekonomi,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, Notre Dame hadir sebagai mitra strategis dengan pengalaman global dalam membangun sistem pendanaan pendidikan tinggi yang mapan dan terstruktur. Kolaborasi ini juga membuka ruang untuk pertukaran pengetahuan, teknologi, dan metode riset yang lebih komprehensif.
Studi Lintas Disiplin dan Berbasis Data
Studi yang tengah disusun ini tidak hanya bertumpu pada pendekatan ekonomi dan manajerial semata, tetapi juga menyertakan aspek sosiologis, hukum, dan kebijakan publik. Pendekatan multidisipliner dinilai sangat penting karena keberlanjutan finansial tidak hanya menyangkut laporan neraca dan arus kas, tetapi juga bagaimana universitas mampu menciptakan dampak sosial dan keberlanjutan jangka panjang bagi masyarakat.
Metodologi yang digunakan dalam riset ini bersifat kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis data historis pendanaan kampus, survei kepada pemangku kepentingan, serta wawancara mendalam dengan pimpinan universitas dan praktisi pendidikan.
Mendorong Otonomi dan Inovasi
Salah satu harapan besar dari studi ini adalah mendorong universitas di Indonesia agar lebih mandiri dan inovatif dalam mencari sumber dana alternatif. Langkah-langkah ini bisa berupa pembukaan program pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), pengembangan pusat riset yang menjalin kerja sama dengan industri, hingga pemanfaatan teknologi untuk pengajaran daring berbayar yang menjangkau audiens lebih luas.
Tak hanya itu, beberapa kampus bahkan tengah mempertimbangkan model bisnis berbasis aset, seperti pemanfaatan tanah milik universitas untuk pengembangan properti komersial yang hasilnya kembali untuk dana abadi institusi.
Pemerintah Diharapkan Mendukung
Meskipun tujuan utama dari studi ini adalah menciptakan universitas yang tidak sepenuhnya bergantung pada APBN, bukan berarti peran pemerintah dihilangkan. Pemerintah tetap diharapkan hadir sebagai fasilitator, regulator, dan mitra strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang sehat dan berkelanjutan.
Dorongan regulasi yang memungkinkan universitas berinovasi dalam pengelolaan keuangan serta insentif untuk kolaborasi industri menjadi bagian penting dari roadmap keberlanjutan ini.
Menuju Peta Jalan Pendidikan Tinggi yang Tangguh
Kerja sama dengan University of Notre Dame diharapkan menghasilkan sebuah peta jalan (roadmap) yang dapat menjadi acuan nasional bagi perguruan tinggi dalam mengelola keuangan secara jangka panjang. Ini juga akan menjadi masukan penting bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam merumuskan kebijakan strategis ke depan.
Keberlanjutan finansial bukan sekadar jargon, tetapi sebuah kebutuhan nyata yang harus diantisipasi dengan pendekatan ilmiah, strategis, dan kolaboratif. Melalui kemitraan internasional ini, harapannya universitas di Indonesia bisa tumbuh menjadi lembaga yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh secara ekonomi.